Hot Borneo

Ada Unsur Kelalaian, Polres Banjar Usut Kecelakaan Maut di Sungai Tabuk

Polisi menduga ada unsur kelalaian dalam kecelakaan maut di Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk.

Featured-Image
Kecelakaan di Sungai Tabuk menyebabkan lima orang tewas. Foto-Tangkapan Layar

apahabar.com, MARTAPURA - Polisi menduga ada unsur kelalaian dalam kecelakaan maut di Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk, beberapa waktu lalu. Saat ini Polres Banjar sedang mengusut kasus tersebut. 

"Pemeriksaan dan gelar perkara terus dilakukan untuk menentukan siapa yang lalai atas insiden itu. Namun, saat ini masih proses penyelidikan," kata Kapolres Banjar melalui Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Eko Guntar Lumbanraja, Sabtu (5/11).

Tapi Guntar belum membeberkan ancaman hukuman bagi pelaku yang lalai tersebut. Berkaca pada aturan, kelalaian dalam berkendara hingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia termasuk dalam Pasal 310 ayat (4) Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dengan pidana maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak Rp12 juta.

Meski bus yang terlibat kecelakaan diduga kendaraan pengantar jemaah umrah Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tapi dia belum bisa memastikan hal itu. 

Guntar juga belum bisa memastikan minibus yang terlibat kecelakaan merupakan rombongan pengantar jemaah umrah dari Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kecelakaan yang terjadi pada 1 November 2022 menyebabkan lima orang tewas. Empat korban meninggal di tempat, sementara satu lainnya meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. 

Kecelakaan terjadi sekira pukul 03.15 WITA. Saat itu, minibus berwarna silver yang dikemudikan Mulya Sumani datang dari arah Sungai Tabuk menuju Banjarbaru menabrak belakang truk fuso yang sedang parkir darurat.

Fuso bernomor polisi B 9258 WO yang dikemudikan Maskan Hadi itu sedang parkir, karena mengalami pecah ban bagian belakang.

Editor
Komentar