Hot Borneo

Ada 46 Kasus DBD di Banjarmasin, Warga Diminta Jaga Kebersihan

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Banjarmasin pada tahun 2022 mencapai angka 46…

Featured-Image
Ilustrasi, nyamuk Aedes aegypti. Foto-Net.

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Banjarmasin pada tahun 2022 mencapai angka 46 kasus.

Jumlah penderitanya merata di 5 Kecamatan Banjarmasin. Kasus itu meningkat dibandingkan tahun 2021 lalu.

"Untuk kasus DBD meninggal tidak ada," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Muhammad Ramadan.

Ia mengatakan DBD disebabkan oleh infeksi Virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Lingkungan yang buruk menjadi biang kerok nyamuk cepat berkembang.

Misalnya, lanjut dia di tempat seperti ban bekas, kaleng bekas dan tempat lain yang bisa menampung air hujan.

"Penyebabnya akibat lingkungan yang tidak bersih dan sehat, sehingga nyamuk cepat berkembang biak," ucapnya.

Ia menerangkan terdapat beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari virus DBD.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus dengan melibatkan lintas sektor, penyuluhan tentang DBD, pemberian serbuk abate.

"Foging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa dan tidur pakai kelambu," tuturnya.

Diketahui, jumlah DBD untuk Januari sekitar 3 penderita, Februari 5 kasus, Maret 5 kasus, April 3 kasus, Mei 5 kasus, Juni 5 kasus, Juli 8 kasus dan Agustus 8 kasus.

Komentar