Pemkab Barito Kuala

Acungkan Jempol, Wabup Awali Vaksinasi Covid-19 di Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai di Barito Kuala, Kamis (4/2). Wakil Bupati Rahmadian Noor…

Featured-Image
Sambil mengacungkan jempol, Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, menerima vaksin Covid-19, Kamis (4/2). Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai di Barito Kuala, Kamis (4/2).

Wakil Bupati Rahmadian Noor menjadi orang pertama di Bumi Selidah menerima vaksin.

Penyuntikan vaksin dilakukan di Aula Selidah Marabahan. Selain Rahmadian Noor, terdapat sembilan figur yang menerima vaksin pertama.

Sementara vaksinator yang terpilih menyuntikkan vaksin Sinovac tersebut adalah dr Inayaturrahman, salah seorang dokter umum di Puskemas Semangat Dalam.

Sebelum menjalani vaksin, Rahmadian Noor menjalani screening berupa pemeriksaan tekanan darah dan wawancara riwayat kesehatan.

Tidak tampak kegugupan dari wajah Rahmadian Noor. Ketika jarum suntik menembus kulit lengan, ayah satu putri itu juga mengacungkan jempol.

“Rasanya tidak sakit, meski perasaan saya sedikit campur aduk. Namun Bismillah saja karena ini merupakan ikhtiar mengatasi Covid-19,” ungkap Rahmadian Noor.

“Memang vaksin tak menjamin terhindar dari Covid-19. Namun insyaallah imbas paparan kepada orang yang sudah divaksin tak terlalu berat. Oleh karena itu, vaksin harus diterima mayoritas masyarakat,” imbuhnya.

Figur berikutnya yang divaksin adalah Penjabat Sekretaris Daerah, Dandim 1005 Marabahan, dan Wakil Ketua DPRD Batola Agung Purnomo.

Sementara Ketua DPRD Batola, Saleh, terpaksa melewatkan vaksinasi lantaran memiliki riwayat penyakit jantung.

Selanjutnya Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Hery Sasmita, serta H Iswaldi yang mewakili Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batola.

Dilanjutkan 19 pejabat struktural Dinas Kesehatan, 14 orang dari RSUD Abdul Aziz Marabahan dan 11 orang dari organisasi profesi.

Sementara Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, harus mendapatkan giliran paling akhir. Penyebabnya tensi darah yang melebihi standar vaksinasi.

Akhirnya setelah diberi waktu istirahat selama 2 x 15 menit, Lalu Arif berhasil lolos screening dan memperoleh vaksinasi.

Sementara Ketua Pengadilan Negeri Marabahan, Yohanes Purnomo Suryo, juga harus menunggu akibat peningkatan tensi darah. Namun Yohanes hanya butuh sekali istirahat.

“Setelah pencanangan ini, vaksinasi dilakukan di seluruh Puskemas hingga 9 Februari. Diawali Puskesmas Marabahan dan Dinas Kesehatan, Jumat (5/2),” jelas Al Fitri, Sekretaris Dinas Kesehatan Batola.

“Sedangkan penyuntikan vaksinasi kedua dilakukan 18 hingga 23 Februari 2021. Sementara sasaran berikutnya adalah petugas pelayanan publik seperti TNI dan Polri,” tandasnya.

img

Dandim 1005 Marabahan dan Kapolres Barito Kuala menjalani screening kesehatan sebelum divaksin. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

Komentar